-->

Langkah-Langkah untuk Klaim JHT

Selain mengancam kesehatan, dampak lain yang ditimbulkan karena virus korona muncul dari sektor perekonomian. Pemerintah daerah di kota-kota besar termasuk di Surabaya selalu berupaya untuk memutus rantai penyebaran dari virus tersebut. Salah satu upaya dari pemerintah adalah dengan menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Anjuran untuk tetap tinggal #dirumahaja, terpaksa membuat para pengusaha memberhentikan sebagian para pekerjanya. Dan pastinya, hal ini dimaksudkan demi kebaikan bersama.
Baiklah, bagi kamu yang saat ini terkena dampak dari wabah virus korona, salah satu cara untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan harianmu adalah dengan mengklaim program Jaminan Hari Tua (JHT) yang kamu miliki melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Simaklah ulasan lengkap langkah-langkahnya berikut ini.

Untuk cara klaim ini sendiri sebetulnya ada dua cara.
Pertama, kamu bisa mengajukan secara online dengan cara scan semua dokumen yang dibutuhkan lalu kirim melalui email yang sudah ditentukan. Tapi cara ini tidak saya sarankan, meskipun terlihatnya mudah, saya pernah mencoba dan ternyata ribet juga. Untuk panduan lengkapnya kamu bisa lihat di sini.
Kedua, kamu bisa langsung datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan di masing-masing daerahmu. Cara ini membutuhkan waktu dan tenaga, tapi inilah cara yang pasti.

Dengan catatan; kamu bisa datang lebih awal sebelum jam operasional dari kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk menghindari antrean yang banyak. Biasanya kantor BPJS Ketenagakerjaan buka pada pukul 08:00.
Selain itu juga, untuk menghindari banyaknya antrean, kamu bisa mendapatkan nomor antrean terlebih dulu melalui aplikasi BPJSTKU atau bisa melalui website resminya di sini. Tetapi untuk hal ini memerlukan waktu tujuh hari kedepan.

Sebagai contoh: Jika kamu berencana untuk klaim JHT pada tanggal 13 Juli 2020, artinya kamu harus mengisi formulir nomor antrean melalui aplikasi BPJSTKU atau di website resminya pada tanggal 06 Juli 2020.
Syarat wajib untuk bisa klaim JHT:
  1. Surat referensi, atau surat keterangan pemberhentian kerja dari perusahaan tempatmu bekerja.
  2. Kartu BPJS Ketenagakerjaan (ini bisa kamu download melalui aplikasi BPJSTKU atau di website resminya, lalu bisa kamu print.
  3. Buku rekening Bank, atas nama sendiri dan juga masih aktif.
  4. Kartu Keluarga (KK).
  5. Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  6. Formulir permohonan yang bisa di ambil dan diisi di kantor BPJS ketenagakerjaan.
Catatan: Semua dokumen (kecuali formulir) fotokopikan 1 lembar. Bawa juga semua dokumen yang asli pada saat pengajuan klaim.
Langkah-langkah untuk klaim JHT di kantor BPJS Ketenagakerjaan:
  1. Persiapkan semua dokumen yang dibutuhkan termasuk juga fotokopinya, dan jangan lupa untuk mengenakan masker.
  2. Setibanya di sana (kantor BPJS Ketenagakerjaan) kamu akan disambut oleh petugas dan diminta untuk mengisi formulir pengajuan terlebih dulu.
  3. Setelah semua kamu isi, serahkan kembali termasuk dokumen yang sudah dipersiapkan tadi untuk di cek ulang oleh petugas.
  4. Jika semuanya lengkap, kamu akan diberi nomor antrean dan tunggu hingga nomormu di panggil oleh customer service di sana.
  5. Untuk proses pengajuan klaimnya kurang lebih butuh waktu 15 menit.
  6. Setelah semua selesai, kamu tinggal menunggu dana masuk ke nomor rekening bank kamu kurang lebih lima hari kerja setelah tanggal pengajuan.
  7. Terakhir, pergunakanlah dengan bijak selama masa pandemi ini.
Untuk cek saldo JHT dan daftar antrean melalui aplikasi BPJSTKU, kamu bisa download melalui Google Play di bawah ini.

Download File
Itulah syarat dan langkah-langkah untuk klaim JHT di BPJS Ketenagakerjaan. Semoga bermanfaat, dan tetap ikuti protokol kesehatan.

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar